-->
Ruang Berita

Enrekang Luncurkan Festival Literasi 2025, Indeks Pembangunan Literasi Capai Predikat Sangat Tinggi

ENREKANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang, Sulawesi Selatan, secara resmi meluncurkan Festival Literasi 2025 pada Selasa (30/9/2025). Peluncuran festival bertema “Literasi Menuju Enrekang Sejahtera” ini dilakukan sebagai komitmen memperkuat budaya baca, seiring capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Enrekang yang menembus kategori Sangat Tinggi (94,19).

Acara pembukaan yang digelar di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang ini turut dimeriahkan dengan pelantikan Bunda Literasi se-Kecamatan. Para Bunda Literasi diharapkan menjadi motor penggerak literasi hingga ke tingkat keluarga dan desa. Festival ini sendiri direncanakan berlangsung hingga 3 Oktober 2025.

Capaian Literasi Enrekang Melebihi Rata-Rata Nasional

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Muh. Jufri, menyoroti kemajuan signifikan yang dicapai Enrekang. Ia memaparkan, berdasarkan hasil kajian Perpustakaan Nasional RI, IPLM Kabupaten Enrekang meningkat dari 89,67 (Tinggi) pada 2023 menjadi 94,19 (Sangat Tinggi) pada 2024.

Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga, menegaskan bahwa capaian IPLM 94,19 ini berada jauh di atas rata-rata Provinsi Sulsel (88,24) dan Nasional (73,52).

"Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara efektif," ujar Bupati.

Dia menambahkan, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Enrekang juga berada di angka 84,14 dengan kategori Tinggi.

Dukungan Program dan Tantangan Digital

Jufri juga menyebut bahwa hingga kini, 73 dari 129 Desa/Kelurahan di Enrekang telah menerima bantuan pengembangan literasi berbasis inklusi sosial, termasuk bantuan buku dan peningkatan kapasitas SDM pengelola perpustakaan.

"Inovasi program literasi seperti pojok baca digital, perpustakaan keliling, dan pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) juga sudah cukup masif di Enrekang," tambahnya.

Meski demikian, Jufri mengingatkan bahwa tantangan di era digital masih besar. Literasi kini mencakup dimensi yang lebih luas, seperti literasi digital, informasi, finansial, dan budaya, bukan hanya sekadar baca-tulis.

Bupati berharap, festival ini menjadi momentum penting untuk mendorong budaya membaca, menulis, dan berkarya, sekaligus memperkuat ekosistem literasi di Bumi Massenrempulu.

Acara pembukaan Festival Literasi 2025 dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Enrekang, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang, perwakilan Kemenag Enrekang, Kepala Sekolah, perwakilan Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), serta camat dan kepala desa mitra program. Rangkaian acara dilanjutkan dengan peninjauan pameran dan gelar temu wicara.




0


Scroll to Top