-->
MAKASSAR – Prestasi membanggakan kembali diraih Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amkop Makassar di tingkat internasional. Artikel ilmiah hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital berhasil meraih penghargaan Best Paper pada The 3rd International Conference on Digital Business Innovation and Technology Management (ICONBIT 2026) yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), 5 November 2026.
Artikel berjudul “Digital Human Resource Management and Employee Well-Being: A Systematic Literature Review of Digital Resources, Digital Demands, and Well-Being Mechanisms” tersebut merupakan karya Andi Irsandi Yusri, Marhaeni Sabil, Sarah Waworuntu, dan Tiara Nabila Rahmadani.
Penelitian ini mengangkat isu transformasi pengelolaan sumber daya manusia di era digital, khususnya pemanfaatan teknologi seperti Human Resource Information Systems (HRIS), analitik data, dan kecerdasan buatan (AI), serta pengaruhnya terhadap kesejahteraan karyawan.
Melalui kajian tersebut, tim penulis mengulas bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan efektivitas organisasi, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang perlu diperhatikan, mulai dari tekanan kerja, tuntutan adaptasi teknologi hingga potensi kelelahan emosional di lingkungan kerja digital.
Ketua STIE Amkop Makassar, Dr. H. Gunawan, menyampaikan apresiasi atas capaian akademik tersebut. Menurutnya, penghargaan Best Paper menjadi kebanggaan bagi institusi sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara dosen dan mahasiswa mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang mendapat pengakuan di forum internasional.
Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian, memperkuat budaya akademik, serta memperluas publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Andi Irsandi Yusri, selaku salah satu penulis, didampingi Ketua Program Studi Bisnis Digital STIE Amkop Makassar, Hasrullah Liong Misi, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa penelitian tersebut mengangkat persoalan yang semakin penting seiring pesatnya perkembangan teknologi dalam dunia kerja.
Menurut Andi Irsandi, transformasi digital dalam pengelolaan sumber daya manusia tidak semestinya hanya berorientasi pada peningkatan efektivitas dan produktivitas organisasi, tetapi juga harus memperhatikan kesejahteraan karyawan.
“Pemanfaatan teknologi digital memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia. Namun, penerapannya juga harus mempertimbangkan dampak terhadap karyawan, terutama terkait tekanan kerja, tuntutan adaptasi teknologi, dan kelelahan emosional,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Program Studi Bisnis Digital, Hasrullah Liong Misi, turut mengapresiasi keberhasilan tim penulis tersebut. Ia berharap capaian ini menjadi pemantik semangat bagi dosen dan mahasiswa untuk terus membangun kolaborasi penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri bisnis digital.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam penelitian bersama dosen merupakan bagian penting dalam membangun tradisi akademik yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi.