-->
Ruang Edukasi

Sosialisasi Pilrek di FISH UNM, Dekan: Jangan Memilih karena Hubungan Emosional

RUANG-LIPUTAN.COM, MAKASSAR - Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 tidak semestinya menjadi arena memilih pemimpin berdasarkan kedekatan atau hubungan emosional.

Pilrek harus ditempatkan sebagai momentum menentukan figur yang mampu membawa universitas dan fakultas berkembang lebih jauh.

Pesan itu mengemuka saat Panitia Pemilihan Rektor UNM menggelar sosialisasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNM, Jumat (11/9/2026).

FISH menjadi fakultas ketujuh yang dikunjungi panitia dalam rangkaian sosialisasi Pilrek UNM periode 2027–2031. Kegiatan berlangsung di Ruang Senat FISH UNM dan dihadiri unsur pimpinan serta sivitas akademika fakultas.

Dekan FISH UNM, Dr. H. Supriadi Torro, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa Pilrek memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memilih seseorang untuk menduduki jabatan rektor.

“Pilrek bukan sekadar pemilihan orang, tetapi bagaimana lembaga kita di tingkat universitas maupun fakultas bisa berkembang,” ujarnya.

Karena itu, menurut Supriadi, pilihan terhadap calon rektor tidak seharusnya hanya ditentukan oleh faktor kedekatan personal maupun hubungan emosional.

Pertimbangan rasional mengenai kapasitas, gagasan, kemampuan membangun institusi, serta arah pengembangan universitas harus mendapat tempat utama dalam menentukan pemimpin UNM untuk empat tahun mendatang.

“Pilrek bukan saja memilih berdasarkan hubungan emosional, tetapi ada rasio yang harus dibangun,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih akan memimpin universitas dengan kepentingan yang jauh lebih luas daripada kelompok tertentu. Karena itu, kekompakan seluruh unsur UNM menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan institusi. “Butuh kekompakan untuk kemajuan UNM,” ujarnya.

Supriadi berharap seluruh tahapan Pilrek dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ia juga mengajak sivitas akademika berpartisipasi aktif dalam proses tersebut, termasuk dengan memastikan informasi yang beredar mengenai Pilrek dapat dipertanggungjawabkan.

Partisipasi, menurutnya, diperlukan untuk menepis fitnah, informasi keliru, maupun berbagai isu yang tidak memiliki dasar dan berpotensi mengganggu proses pemilihan.

Pesan mengenai keterbukaan informasi juga disampaikan Ketua Senat UNM, Dr. Resekiani Mas Bakar, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Ia menegaskan pentingnya memastikan setiap unsur sivitas akademika memperoleh akses informasi yang setara mengenai tahapan Pilrek.

Menurut Resekiani, sosialisasi tidak hanya dimaksudkan untuk menjelaskan prosedur pemilihan, tetapi juga mengajak warga universitas ikut berpartisipasi dan mengawal agar proses berjalan sesuai aturan.

“Akses informasi harus sama rata. Kami mengajak semua ikut berpartisipasi dalam Pilrek dan memastikan pemilihan berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Keterbukaan informasi menjadi salah satu aspek penting dalam proses tersebut. Informasi yang dapat diakses secara merata diharapkan memperkecil ruang munculnya kesalahpahaman, prasangka, maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM, Prof. Dr. Andi Muhammad Idkhan, menegaskan bahwa panitia akan menjalankan amanah pemilihan dengan mengedepankan integritas, profesionalitas, serta pertanggungjawaban moral.

“Panitia insya Allah menjalankan pemilihan rektor dengan integritas, profesionalitas, dan pertanggungjawaban moral,” katanya.

Menurut Idkhan, seluruh tahapan Pilrek harus memiliki pijakan aturan yang jelas. Regulasi menjadi landasan kerja panitia mulai dari proses awal hingga tahapan pemilihan nantinya.

“Semua tahapan berdasarkan pada aturan yang kita miliki untuk menjadi landasan,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa setiap proses tetap memiliki ruang untuk disempurnakan. Karena itu, panitia tidak ingin sosialisasi di fakultas berjalan satu arah.

Panitia justru membutuhkan kritik, masukan, dan saran dari sivitas akademika, termasuk dari lingkungan FISH, sebagai bahan evaluasi terhadap proses yang sedang berjalan.

“Masih perlu perbaikan. Oleh karena itu, kami membutuhkan masukan, saran, dan kritikan dari FISH sehingga bisa terwujud pemilihan rektor yang lebih baik,” kata Idkhan.

Rangkaian sosialisasi menjadi salah satu instrumen panitia untuk memperluas pemahaman mengenai tahapan Pilrek sekaligus membuka ruang partisipasi sivitas akademika sebelum proses memasuki tahapan-tahapan berikutnya.




0


Scroll to Top